Tuesday, December 3, 2013

Makalah Tentang Fonologi



PENDAHULUAN
 


A.    Latar belakang
Kalau kita perhatikan dengan baik, dalam kehidupan sehari-hari masih banyak masyarakan yang memakai bahasa Indonesia tetapi tuturan atau ucapan daerahnya terbawa ketuturan bahasa Indonesia. Tdak sedikit seseorang yang berbicara dalam bahasa Indonesia, tetapi lafal atau intonasi Jawa, Batak, Bugis, Sunda, dan lain sebagainya. Hal ini dimungkinkan karena sebagian besar bangsa Indonesia memposisikan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Sedangkan bahasa pertamanya adalah bahasa masing-masing. Bahasa Indonesia hanya digunakan dalam komunikasi tertentu, seperti kegiatan resmi.
            Selain itu, dalam pembelajaran bahasa indonesia khususnya di Sekolah Dasar, istilah yang dikenal dan lazim digunakan guru adalah istilah “huruf” walaupun yang dimaksud adalah “fonem”. Mengingat keduanya merupakan istilah yang berbeda, untuk efektifnya pembelajaran, tentu perlu diadakannya penyesuaian dalam segi penerapannya.
            Oleh karena itu, untuk mencapai suatu ukuran lafal/fonem baku dalam bahasa Indonesia, sudah seharusnya lafal-lafal atau intonasi khas daerah itu dikurangi jika mungkin diusahakan dihilangkan. Sebagai seorang guru, pemahaman struktur fonologi dan morfologi bahasa Indonesia selain dapat menjadi bekal dalam pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari juga dapat bermanfaat dalam pembinaan kemampuan berbahasa siswa.
           
B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas ditemukan beberapa rumusan masalah diantaranya :
1.     Apa yang dimaksud fonologi ?
2.     Bagaimana membedakan ilmu-ilmu bahasa yang tercakup dalam fonologi?

·       Fonologi Dalam KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) dinyatakan bahwa fonologi adalah bidang dalam linguistik yang menyelidiki bunyi – bunyi bahasa menurut fungsinya. Dengan demikian fonologi adalah merupakan sistem bunyi dalam bahasa Indonesia atau dapat juga dikatakan bahwa fonologi adalah ilmu tentang bunyi bahasa.

Menurut Kridalaksana (2002) dalam kamus linguistik, fonologi adalah bidang dalam linguistik yang menyelidiki bunyi-bunyi bahasa menurut fungsinya. Dengan demikian , fonologi adalah merupakan sistem bunyi dalam bahasa Indonesia atau dapat juga dikatakan bahwa fonologi adalah ilmu tentang bunyi bahasa.

Fonologi dalam tataran ilmu bahasa dibagi dua bagian, yakni:

1.     Fonetik
Menurut Samsuri (1994), fonetik adalah study tentang bunyi-bunyi ujar. Sedangkan fonetik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997), fonetik dapat diartikan bidang linguistik tentang pengucapan (penghasilkan) bunyi ujar atau fonetik adalah sistem bunyi suatu bahasa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fonetik adalah ilmu bahasa yang membahas bunyi-bunyi bahasa yang dihasilkan alat ucap manusia, serta bagaimana bunyi itu dihasilkan.
Chaer (2007) membagi urutan proses terjadinya bunyi bahasa itu, menjadi tiga jenis fonetik, yaitu :

a.     fonetik artikulatoris yang mempelajari posisi dan gerakan bibir, lidah dan organ-organ manusia lainnya yang memproduksi suara atau bunyi bahasa.

b.     fonetik akustik yang mempelajari gelombang suara dan bagaimana mereka didengarkan oleh telinga manusia.


c.     fonetik auditori yang mempelajari persepsi bunyi dan terutama bagaimana otak mengolah data yang masuk sebagai suara.

Dari ketiga jenis fonetik tersebutyang paling berurusan dengan dunia linguistik adala fonetik artikulatoris, sebab fonetik inilah yang berkenaan dengan masalah bagaimana bunyi-bunyi bahasa itu dihasilkan atau diucapkan manusia. Sedangkan fonetik akustik lebih berkenaan dengan bidang fisika, dan fonetik auditoris berkenaan dengan bidang kedokteran.

2. Fonemik

Fonemik adalah ilmu bahasa yang membahas bunyi – bunyi bahasa yang berfungsi sebagai pembeda makna. Jika dalam fonetik kita mempelajari segala macam bunyi yang dapat dihasilkan oleh alat-alat ucap serta bagaimana tiap-tiap bunyi itu dilaksanakan, maka dalam fonemik kita mempelajari dan menyelidiki kemungkinan-kemungkinan, bunyi-ujaran yang manakah yang dapat mempunyai fungsi untuk membedakan arti.
            Terkait dengan pengertian tersebut, fonemik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) diartikan :

1.     bidang linguistik tentang sistem fonem
2.     sistem fonem suatu bahasa
3.     prosedur untuk menentukan menentukan fonem suatu bahasa

Jika fonetik kita mempelajari segala macam bunyi yang dapat dihasilkan oleh alat-alat ucap serta bagaimana tiap-tiap bunyi iyu dilaksanakan. Maka dalam fonemik kita mempelajari dan menyelidiki kemungkinan-kemungkinan, bunyi ujaran yang manakah yang dapat mempunyai fungsi untuk membedakan arti.

Chaer (2007) mengatakan bahwa fonemik mengkaji bunyi bahasa yang dapat atau berfungsi membedakan makna kata. Misalkan (l), (a), (b), (u); dan (r), (a), (b) dan (u) jika dibandingkan perbedaannya hanya pada bunyi yang pertama, yaitu bunyi (l)dan bunyi (r). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedua bunyi tersebut adalah fonem yang berbeda dalam bahasa Indonesia, yaitu fonem (l) dan fonem (r).

Sebagai bidang yang berkonsentrasi dalan deskripsi dan analisis bunyi-bunyi ujar, hasil kerja fonologi berguna bahkan sering dimanfaatkan oleh cabang-cabang linguistik yang lain. Misalnya morfologi, sintaksis dan sematik.

Ø  CABANG-CABANG FONOLOGI
                               I.            Fonologi dalam cabang morfologi
Bidang morfologi yang berkonsentrasi pada tataran struktur internal kata sering memanfaatkan hasil study fonologi, misalnya ketika menjelaskan morfem dasar (butuh) diucapkan secara bervariasi (butUh) dan (bUtUh) seta diucapkan (butuhkan) setelah mendapat proses morfologi dengan penambahan sufiks (-kan).



                             II.            Fonologi dalam bidang sintaksis
Bidan sintaksis yang berkonsentrasi pada tataran kalimat, ketika berhadapan dengan kalimat kamu berdiri, (kalimat berita) kamu berdiri ? (kalimat tanya0, dan kamu berdiri ! (kalimat perintah) yaitu dua kata yang sama tapi punya maksud yang berbeda. Perbedaan terletak pada intonasi, jedah, dan tekanan pada kalimat.

                          III.            Fonologi dalam cabang sematik
Bidang sematik, yang berkonsentrasi pada persoalan makna kata pun menmanfaatkan hasil telah fonologi. Misalnya dalam mengucapkan sebuah kata dapat divariasikan dan tidak. Contoh kata (tahu) dan (tau) akan bermakna lain.


KESIMPULAN
         
          Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa fonologi adalah sistem bunyi dalam bahasa Indonesia. Yang ditentukan oleh intonasi, jedah dan tekanan pada kalimat. Selain itu, kata-kata yang sama jika pengucapannya berbeda maka akan berbeda makna dan tujuan.  Fonologi mencakup dua kajian ilmu yaitu fonetik dan fonemis. Fonologi juga mempunyai tiga cabang yaitu morfologi, sitaksis dan sematik.
      
          Sebagai seorang mahasiswa, pemahaman struktur fonologi bahasa perlu diperluas, karena selain mendapat bekal dari pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari juga dapat bermanfaat dalam pembinaan berbahasa kita.

No comments:

Post a Comment